(0362)21342
disparbuleleng@yahoo.com
Dinas Pariwisata

Rangkaian IG Berlanjut Dispar Buleleng Dampingi Pemeriksaan Kopi Pucak sari

Admin dispar | 26 November 2025 | 26 kali

Rabu, 26 November 2025 – Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Indikasi Geografis (IG) bersama jajaran Kepala Dinas Pertanian beserta staf, tim ahli Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), serta para peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat potensi produk lokal berbasis daerah serta mendorong nilai tambah sektor pertanian dan pariwisata di Buleleng.
Turut hadir dan mewakili Dinas Pariwisata dalam kegiatan ini yaitu Putu Suryani, Made Sri Laksmini Ratna Dewi, dan Nova Setiadi. Rombongan melakukan kunjungan lapangan ke Desa Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, tepatnya ke Kelompok Tani Gunung Kutul Pucak Sari. Dalam kunjungan tersebut, tim melihat langsung areal perkebunan kopi yang menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Melalui hasil observasi dan dialog bersama petani, terungkap bahwa komoditas kopi di kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga tingkat sertifikasi Indikasi Geografis. Oleh karena itu, pada tahun 2026 direncanakan akan dilakukan pengusulan IG Kopi Gunung Kutul, sebagai upaya meningkatkan nilai jual, daya saing, dan branding kopi Buleleng di tingkat nasional maupun internasional.
Selain meninjau perkebunan kopi, rombongan juga berkesempatan melakukan kunjungan ke kediaman Nyoman Rai Srimben, yang dikenal sebagai ibu dari Ir. Soekarno, Sang Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Lokasi ini menjadi bagian penting dari jejak sejarah bangsa, sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi dan budaya yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai daya tarik wisata sejarah di Kabupaten Buleleng.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng berharap adanya kolaborasi lintas sektor serta dukungan akademisi dan pemangku kepentingan mampu mempercepat pengembangan potensi lokal, khususnya kopi dan destinasi sejarah, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.