Focus Group Discussion Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif Penyusunan Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Kretif Daerah Kabupaten / di Bali
Admin dispar | 04 Februari 2026 | 6 kali
Buleleng, 4 Februari 2026 - Penyusunan Rencana Aksi melalui _Focus Group Discussion_ (FGD) oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali bersama dengan para pelaku Ekonomi Kreatif Sub Sektor Kriya dari Desa Nagasepaha didampingi oleh Bidang Sumber Daya Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng bertujuan merumuskan kebijakan strategis, program prioritas, dan peta jalan (roadmap) sektor pariwisata serta ekonomi kreatif Kab/Kota. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Ekonomi Kreatif Luh Oka Puji Apsari,
S.ST, M.Par (Adytama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda) bersama staf Dinas Pariwisata Provinsi Bali beserta Bapak I Gede Juliana Eka Putra, ST, MT dari Universitas Primakara.
FGD ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ariston Adhi Pamungkas, S.P., M.Env.Man. Dalam sambutannya, para pelaku ekonomi kreatif memiliki peran penting bagi pengembangan ekonomi daerah oleh sebab itu diperlukan masukan dari pelaku ekraf kepada pemerintah tentang apa yang mereka butuhkan sehingga dapat meningkatkan produktifitas ekonomi kreatif.
Pelaku ekonomi kreatif yang mengikuti kegiatan ini memiliki usaha Pengrajin Wayang Kaca dan Kulit, Pengrajin Emas dan Perak, Pengrajin Saab Mote dan Tamyang, Pengrajin Tenun, Pengrajin Ingka, dan Pengrajin Seruling dengan total peserta 10 orang. Pada kegiatan ini telah disampaikan kendala-kendala yang dihadapi dari para pelaku ekonomi kreatif diantaranya Pemasaran Produk masih sangat sulit, generasi muda sudah tidak tertarik melanjutkan kerajinan ini karena nilai ekonominya kurang dimata para pemuda sehingga mereka lebih memilih pekerjaan lain, hal ini juga menyebabkan niat para pemuda berkurang.
Kendala yang lain adalah bahan yang belum mencukupi, mereka menyampaikan bahan-bahan dipakai cukup sulit dicari. Selain itu, mereka juga meminta agar tamu-tamu asing terutama tamu Kapal Pesiar yang berlabuh di Celukan Bawang dapat diarahkan untuk melihat produk kerajinan sehingga tertarik untuk membeli.
Dari semua kendala-kendala tersebut telah dicatat oleh pihak Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan membuatkan program-program seperti pelatihan dan pemasaran produk bagi para pelaku ekonomi kreatif.