Tejakula, 14 Agustus 2025 – Tejakula bukan sekadar nama sebuah wilayah di Bali Utara, tetapi juga pusat kekayaan warisan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang telah dijaga turun-temurun. Kesadaran akan pentingnya melestarikan identitas budaya inilah yang mendorong Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Korwil Buleleng Timur menggelar event perdana bertajuk Local Culture Experience di Kirana Resort Hotel, Kamis (14/8).
Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara wisatawan dan budaya lokal, di mana para peserta dapat secara langsung merasakan, mempelajari, dan menghargai nilai-nilai luhur yang tertanam dalam tradisi Tejakula. Berbagai aktivitas budaya khas dihadirkan, mulai dari pembuatan topeng tradisional, kerajinan dari batok kelapa, pembuatan canang sari, hingga proses membuat lawar, salah satu kuliner khas Bali yang sarat makna filosofis.
Tak hanya itu, acara ini juga mengangkat isu keberlanjutan dengan menghadirkan praktik pemanfaatan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, sebuah langkah kreatif yang selaras dengan semangat menjaga lingkungan.
Kegiatan ini adalah komitmen bersama untuk melestarikan budaya sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat luas. Di era globalisasi, arus budaya asing sangat deras. Menjaga budaya lokal bukan hanya tantangan, tapi kewajiban. Kegiatan ini memberikan pengalaman otentik yang mengedukasi sekaligus menghibur.
Event ini dihadiri wisatawan yang menginap di berbagai hotel sekitar Tejakula, dengan harapan informasi tentang Local Culture Experience dapat menyebar lebih luas. Diharapkan kegiatan ini mampu menarik lebih banyak wisatawan datang ke Bali Utara serta memperpanjang masa tinggal mereka, yang pada akhirnya berdampak positif pada perekonomian lokal.
Dengan nuansa hangat, interaksi langsung, dan kekayaan budaya yang otentik, Local Culture Experience menjadi langkah awal yang diharapkan terus berlanjut, menjadikan Tejakula sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.