(0362)21342
disparbuleleng@yahoo.com
Dinas Pariwisata

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Hadiri FGD Nasional Soroti Tantangan Sampah Plastik di Sektor Pariwisata Bali

Admin dispar | 05 Februari 2026 | 9 kali

Kamis, 5 Februari 2026 - Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Ariston Adhi Pamungkas, S.P., M.Env.Man menghadiri Focus Discussion Group (FGD) Assessing Plastic Use and Pollution Within Tourism Sector in Indonesia yang dilaksanakan di Ruang Etna, Dispar Provinsi Bali. Pertemuan di fasilitasi oleh Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), dihadiri oleh unsur Dispar, Lingkungan Hidup, pelaku pariwisata, tim PSBS Provinsi Bali dan undangan lainnya.
Pada pengantarnya, Kabid Destinasi Dispar Prov. Bali dan Kabid PSLB3 DKLH Prov. Bali menyampaikan bahwa seiring dengan posisi Bali sebagai destinasi kelas dunia, maka tantangan lingkungan pun semakin meningkat, diantaranya adalah permasalahan sampah. Provinsi Bali senantiasa memperkuat pengolahan sampah dengan berbagai strategi untuk mewujudkan Bali lestari, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pada sesi pemaparan, Prof. Reza Cordova menyampaikan perlunya untuk mengetahui persentase sampah dari Horeka timbulan sampah nasional, sekaligus menyampaikan data awal yang didapatkan. Diantaranya adalah dari standar SNI produksi sampah 0,5 kg/jiwa, ternyata di beberapa sektor pariwisata (Hotel, Restoran, Destinasi), produksi tersebut meningkat menjadi 1,7 kg/jiwa, sedangkan 50% timbulan sampah berasal dari Denpasar, Badung, dan Gianyar yang notabene pusat Horeka di Bali. Secara umum, tingkat kesadaran pengelolaan sampah di Bali sudah dikategorikan relatif baik, misalnya dengan timbulan sampah botol plastik yang hanya 5% dengan regulasi pembatasan sampah plastik sekali pakai. Di akhir kegiatan TKN PSL ini, output yang diharapkan adalah 'Policy Brief' yang akan diserahkan kepada Presiden RI, sementara policy yg di harapkan diantaranya adalah kewajiban tanggung jawab produsen plastik terhadap sampah yang dihasilkannya.
Forum kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan diskusi dari ahli dan peserta mengenai manajemen pengelolaan sampah di sektor pariwisata di Bali.