(0362)21342
disparbuleleng@yahoo.com
Dinas Pariwisata

Tari Wayang Wong Desa Tejakula Yang Mendunia

Admin dispar | 05 Januari 2026 | 7 kali

Wayang Wong Tejakula merupakan salah satu peninggalan seni tradisional yang memesona dan bernilai tinggi. Pertunjukan Wayang Wong ini adalah tarian sakral yang menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara keagamaan adat setempat. Wayang Wong Tejakula bahkan sudah mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang dimana hal tersebut mewakili keunikan dan kekayaan seni tradisi Bali yang masih hidup hingga kini. Sejarah lahirnya Wayang Wong Tejakula melalui proses kelahiran yang mistis. Ketika itu, salah satu seorang kepercayaan Ida Batara yang berstana di Pura Maksan Tejakula mendadak kerauhan (kerasukan). Melalui raga orang kepercayaannya yang kerauhan ketika itu, Ida Batara meminta harus ada kesenian Wayang Wong yang dipentaskan di Pura Maksan dan pura-pura lainnya wilayah Desa Pakraman Tejakula. Pasca muncul permintaan secara niskala melalui proses kerauhan itu, para tokoh seni di Desa Pakraman Tejakula kemudian berkumpul, lalu sepakat membuat sebuah kesenian Wayang Wong. Dalam kumpulan tokoh-tokoh seni itu, seniman di Desa Tejakula bersama seniman I Dewa Batan (dari Bangli) dan I Gusti Ngurah Jelantik (dari Gianyar) menyusun rencana serta membawa unsur Wayang Wong Parwa dan Gambuh ke Desa Tejakula, lalu membentuk kelompok kesenian lokal yang kemudian berkembang menjadi pertunjukan yang sakral dan membumi. Keistimewaan Wayang Wong Tejakula terletak pada penggunaan topeng kayu yang khas. Sekitar 175 buah topeng yang dibuat sejak masa awal kesenian ini masih disimpan secara sakral di Pura Maksan Tejakula. Masing-masing topeng menggambarkan tokoh dalam epik Ramayana, seperti Rama, Laksamana, Sugriwa, Punakawan, Rahwana, dan lainnya. Setiap hari raya tertentu, biasanya topeng-topeng yang digunakan untuk pentas tersebut akan di upacarai. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan serta sujudbakti kepada warisan seni yang telah diberikan.

Pertunjukan Wayang Wong Tejakula dilakukan secara berkesinambungan dengan tata urutan cerita yang lengkap. Sekaa Wayang Wong perkumpulan dengan sekitar 300 anggota melaksanakan pementasan hanya saat acara piodalan dan tidak bisa dijalankan secara potongan atau acak. Ini memperkuat nuansa sakral dan penghayatan mendalam dalam seni tersebut. Transformasi terjadi pada era 1980-an ketika seniman seperti Nyoman Tusan mencetuskan ide membuat topeng duplikat agar Wayang Wong bisa dipentaskan di luar konteks keagamaan. Sejak itu, sanggar-sanggar lokal seperti Sanggar Wayang Wong Guna Murti Tejakula mulai muncul dan memfasilitasi pertunjukan untuk wisatawan dan masyarakat luas tanpa menghilangkan nilai sakral dan estetika tradisi. Pementasan Wayang Wong Tejakula sudah dilaksanakan diberbagai tempat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Banyak wisatawan-wisatawan mancanegara yang tertarik serta ingin tahu lebih dalam mengenai kesenian tradisional ini. Hal ini menunjukan bahwa begitu besar antusias yang ada serta dukungan dari banyak pihak terhadap Kebudayaan Wayang Wong Tejakula. 


Upaya pelestarian kesenian ini tidak hanya berasal dari komunitas lokal, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah di tingkat kabupaten hingga provinsi. Mereka mengembangkan ekosistem kebudayaan, memperbaiki sarana latihan, dan memfasilitasi panggung pertunjukan—sehingga memudahkan generasi muda untuk mencintai budaya mereka dan juga menjadikannya daya tarik wisata budaya yang kompetitif. Wayang Wong Tejakula adalah wujud penting dari filosofi Bali seperti Tri Hita Karana menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.Sebagai kesenian yang dihantar lewat penawaran (yadnya), itu menjadi medium spiritual dan estetika  yang menumbuhkan kebanggaan komunitas. Keindahan budaya ini bukan hanya  “dipertunjukkan”, tetapi “dihidupi” oleh masyarakat Tejakula sebagai warisan hidup yang menyatu dengan tradisi dan modernitas.

DAFTAR RUJUKAN


Dinas Sosial Buleleng. (2016). Yuk Mengenal Kebudayaan Wayang Wong di Desa Tejakula Bali. https://dinsos.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/yuk-mengenal-kebudayaan- wayang-wong-di-desa-tejakula-bali-39.

Dinas Budaya Buleleng. (2021). Tari Wayang Wong Tejakula.

https://disbud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/50_tari-wayang-wong-tejakula. Herdiani, E. (2022). The Existence of Tejakula Wayang Wong Dance Drama. International Journal of Social Science (IJSS).  Posbali.net. (2024). Wayang Wong Tejakula Mengalami Transformasi yang Signifikan.

https://www.posbali.net/budaya/1425162274/wayang-wong-tejakula-mengalami-