Ngusaba Bukakak Desa Giri Emas

  • Admin Dispar
  • 21 Maret 2019
  • Dibaca: 439 Pengunjung

Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp OG, menghadiri Ngusaba Bukakak di Pura Subak Desa Pakraman Giri Emas Kec. Sawan. Dari Dinas Pariwisata dihadiri Nyoman Sudama Diana selaku sekretaris Dispar, nampak hadir pula beberapa pimpinan SKPD lingkup pemkab. Buleleng Kamis, (21/3).



Bukakak merupakan tradisi/warisan leluhur Desa Giri Emas, Sawan, Buleleng, Bali tradisi ini dilaksanakan setiap 2 tahun sekali tepatnya sehari setelah Purnama Sasih Kedasa dengan tujuan sebagai wujud syukur (angayubagia) kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasi beliau sebagai Dewa Wisnu sebagai pemelihara yang mempunyai sakti Dewi Sri dan Dewi Laksmi. Dewi Sri adalah melambangkan Kemakmuran dan Dewi Laksmi melambangkan kebahagiaan sebagai Dewi kesuburan. Angayubagia ini tidak lain karena krama subak telah minikmati rahmat beliau berupa hasil panen (padi dan Palawija) serta harapan agar pada panen berikutnya lebih meningkat lagi.



Nama Bukakak berasal dari kata Lembu (lambang Siwa) dan Gagak (lambang Wisnu). Bukakak diwujudkan sebagai seekor burung garuda/paksi yg terbuat dari ambu/daun enau muda serta dihiasi bunga kembang sepatu/pucuk bang. Sarana yang ditempatkan di dalam Bukakak itu adalah seekor babi (lambang Dewa Sambhu) yang diguling hanya bagian punggungnya saja sedangkan bagian bawah dibiarkan mentah, sehingga babi tersebut memiliki 3 warna: merah/bagian matang, hitam/bagian yang masih ada bulunya (Dewa Wisnu), & putih/bagian yang masih mentah dan bulunya telah dihilangkan (Dewa Siwa). Jadi Bukakak adalah merupakan bentuk upacara pemujaan terhadap kemenunggalan Dewa Wisnu, Dewa Siwa dan Dewa Shambu, dimana kesejahtraan dan kemakmuran yang telah beliau limpahkan kepada masyarakat Desa Giri Emas.



Bukakak ini dibuat di pagi hari tepat di hari-H. Setelah selesai, krama desa berkumpul di Pura Pasek/Pura Subak untuk memulai rangkaian Bukakak tersebut. Krama subak dan krama adat yang ngusung/ngogong Bukakak menggunakan pakaian/kamben putih saput merah, sedangkan yang ngusung/ngogong sarad Dewa Ayu menggunakan pakaian/kamben putih saput kuning(putih kuning). Nantinya Bukakak akan diarak dari Giri Emas menuju Pura Bale Agung di Desa Pakraman Buleleng.




Share Post :